SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol Juara 1 International KidsFfest 2013
https://zh-options.blogspot.com/2014/06/smpn-4-satu-atap-karangmoncol-juara-1.html
Hanacaraka, film pendek fiksi karya Yasin Hidayat siswa kelas 9 SMP N 4 Satu Atap Karangmoncol kembali mengukuhkan prestasinya di gelaran Festival Film International KidsFfest yang digelar tahunan.
Pada tahun 2011 Yasin Hidayat juga menerima penghargaan sebagai juara 2 di International KidsFfest melalui film dokumenter berjudul Sang Maestro yang tak dikenal. Film ini mengangkat ketidakpedulian lingkungan terhadap Seniman Seni Rupa Nasional bernama pak Gepuk, maestro Wayang Suket asal desa Bantarbarang Purbalingga.
Film Hanacaraka berdurasi 6 menit ini mengkritik tren masyarakat Jawa yang mulai tidak mengerti terhadap Aksara Jawa Hanacaraka. Menurut Yasin bahwa Orang Jawa tanpa disadari telah meletakkan posisi aksara Jawa sebagai bagian yang kurang penting dalam kehidupan sehingga ketika melihat aksara Jawa Hanacaraka maka yang muncul adalah asumsi kekunoan dan mistik.
Film Hanacaraka berdurasi 6 menit 10 detik ini berkisah tentang banyak warga yang mendatangi sebuah pohon Beringin Keramat yang dipercaya bisa memberikan jimat pesugihan. Perilaku ini membuat kesal dua pelajar SMP sehingga mereka “memberikan pelajaran” kepada orang-orang yang datang ke pohon Beringin keramat. Dua pelajar SMP ini kemudian menggores batu dengan tulisan jawa berbunyi “K-A-R-T-I-N-I” yang diambil dari teks pada sebuah buku pealajaran Pepak Bahasa Jawa. Batu tersebut dilempar ke orang- orang yang sedang meminta jimat pesugihan, pada puncaknya dua pelajar ini selain melempar batu bertulisan huruf jawa juga melemparkan ke arah orang-orang itu sebuah buku Pepak bahasa jawa yang memuat pengenalan huruf jawa Hancaraka.
Yasin Hidayat telah menyutradarai beberapa film yang sempat meraih banyak penghargaan seperti Pigura, Sang Maestro yang tak dikenal, Oleh-oleh Jakarta. Bahkan lewat film Pigura, Yasin sempat menerima Penghargaan Khusus FFI 2010 dan diundang Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik untuk menerima penghargaan di Jakarta pada Hari Film Nasional. Sayang sekali hal ini mungkin tidak cukup penting bagi kejelasan pendidikannya ke SLTA. Yasin sangat berharap pemerintah daerah bisa memberikan kepadanya pendidikan gratis ke SLTA.
Lewat Hanacaraka juga Yasin tengah berdebar menunggu pengumuman pemenang Festival Film Solo, kategori Pelajar Nasional yang puncaknya digelar tanggal 5 Mei 2013 setelah 2 tahun berturut turut film Yasin dkk berhasil menjadi jawara di FFS.
Yasin belajar membuat film sejak duduk kelas 5 SD N 2 Tunjungmuli dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler film Sawah Artha Film di SMP N 4 Satu Atap Karangmoncol, sekolah yang satu atap dengan sekolah SD Yasin. Guru-guru di SMP N 4 Satu Atap Karangmoncol secara otodidak berusaha membuat film dan menggunakan film sebagai media kampanye sekolah terhadap masyarakat di sekitar kaki Gunung Slamet.
Tradisi menikah dan pergi ke Jakarta sebagai buruh setelah lulus SD menjadi tantangan besar bagi sekolah yang menjadikan film sebagai bujuk rayu terhadap lulusan SD agar mau meneruskan. Ekstrakurikuler film terbukti cukup ampuh mengajak siswa di daerah sekitar sekolah yang terpencil dan terpencar, sehingga siswa yang pada tahun 2007 berjumlah 39 anak, sekarang telah membludak menjadi 289 siswa. Sayang sekali kesadaran anak-anak bersekolah ini belum diimbangi kesadaran pemerintah memberikan Ruang Kelas bagi sekolah pinggiran ini kendati sekolah ini hanya memiliki 5 Ruang Kelas dan kekurangan 4 Ruang Kelas.
Yasin telah piawai dengan teknik editing komputer, bahkan film Hanacaraka juga diedit sendiri olehnya bersama film lain yang berjudul Oleh-oleh Jakarta. Akhir Maret 2013 ini, film Langka Receh yang diedit oleh Yasin juga berhasil menjadi nominasi dalam Asean International Film Festival 2013.
Beberapa penghargaan yang pernah diraih seperti Festival Film Indonesia, Festival Film Solo, Festival Film Remaja, Festival Film Anak, Megawati Soekarno Award bidang Seni Budaya, AIFFA, KidsFfest dan dari Lesbumi. Sejumlah penghargaan tersebut telah mengharumkan nama Kabupaten Purbalingga di tingkat Nasional-International.
sumber